Articles by "Nasional"

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Dwi Lestari, 30 tahun (korban penganiayaan).


Liputan Warga - Dwi Lestari (30 tahun), seorang warga Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah. Ia melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pacarnya, Qosim (33 tahun), warga Semarang ke Kepolisian Sektor Genuk. Lantaran korban sering dianiaya, korban mengalami luka sobek dan lebam di sekujur tubuhnya.

Kepada polisi, Dwi Lestari mengaku dirinya dipukuli oleh sang kekasih yang tidak lain dan tidak bukan merupakan pacarnya sendiri. Kejadian penganiayaan terjadi pada hari Senin, 21 Januari 2019 pukul 22.00 WIB saat di rumahnya. Dwi juga tidak tahu apa alasan kekasihnya bisa langsung memukulinya.

"Saya sungguh tidak kuat dengan kejadian yang sudah berulang kali terjadi dan saya alami. Memang sudah dari dulu pacar saya kasar, dan saya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuannya," kata Dwi saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Genuk, Rabu 23 Januari 2019.

"Sang korban di pukul pakai helm, mengenai dahi, kepala, bahu, mata sebelah kiri, dan itu tidak hanya sekali. Tindakan itu dilakukan berulang kali," kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin saat diwawancarai oleh wartawan.

Dia menyebut, perlakuan kasaar yang dilakukan kekasihnya itu berlanjut dengan menghantam kepalanya ke tembok, hingga sampai menginjak dada korban.

"Dengan tangan kosong mengenai dadar sebelah kiri, perut diatas pusar, pundak kanan, lengan kanan dan kiri, juga dengan gigitan dibagian pinggang sebelah kanan dan paha kanan, kepala bagian belajang dibenturkan ke tembok hingga luka robek, diinjak di dada dan dicekik," jelasnya.

Dengan pengaduan dan laporan yang diterima, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil dibekuk dan menjalani pemeriksaan di Polsek Genuk. Pelaku pun dijerat dengan pasal 351 KUHP.

"Pelaku penganiayaan sudah berhasil kami ringkus, dan sekarang masih kami periksa perihal kronologi kejadiannya. Untuk motif belum bisa diketahui. Sedangkan barang bukti sudah kami sita dari pelaku yaitu helm, dan baju yang terdapat bekas bercak darah," ungkap Zaenuri


Baca Juga : Polisi Akan Usut Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Palembang

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbincang dengan bakal calon kepala daerah Aceh Barat, Fuad Hadi saat sidang lanjutan Uji Materi Pasal 70 ayat 3 UU Pilkada mengenai cuti selama kampanye di MK, Jakarta, Senin (5/9).
Liputan Warga - Seiring dengan kebebasan Ahok yang hanya tinggal menghitung jam, banyak sekali cerita yang akan sesegera ditinggalkan Basuki Tjahaja Purnama usai menjadi orang bebas pada Kamis, 24 Januari 2019.

Rekan dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku telah sering mengunjungi Ahok di Mako Brimob menjelang pembebasannya pada besok hari, 24 Januari 2019. Menurut mantan Wagub DKI Jakarta itu, Ahok saat ini membutuhkan banyak dukungan dari berbagai kalangan, dijelang hari pembebasannya.

"Jelang Pak Ahok keluar inilah saya lebih sering mejumpai beliau. Kesana hanya untuk bisa sharing dan berbincang-bincang, yaa bagaimana pun juga dia butuh penguatan dan dukungan," ujar Djarot, Selasa, 22 Januari 2019.

Djarot juga bercerita tentang perbincangannya dengan Ahok saat kunjungan terakhirnya ke Mako Brimbo Minggu kemarin. Berdasarkan dalam cerita dari yang mengunjunginya, Ahok akhirnya baru tahu bahwa ia sering dibicarakan oleh publik. Padahal, Ahok sendiri menyebut bahwa dirinya belum bebas.

"Jangankan bebas, menginjak aspal pun Pak Ahok belum pernah lagi," ungkap Djarot.

Djarot juga berharap kalau nantinya Ahok sudah bebas, maka ia berhak mendapatkan hak kebebasan yang sesungguhnya, kebebasan menentukan pilihan dan pendapat, dan juga kebebasan agar menjadi pribadinya sendiri.


Meminta Hak Keadilan

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut dari politisi PDIP itu, Ahok sekarang sudah menjalani semua hukuman yang di terimanya. Dia bahkan menolak bebas bersyarat karena ingin menyelesaikannya dengan maksimal dan bersih tanpa ada potongan. Karena dengan itu, ia berharap Ahok kembali mendapatkan haknya sebagai warga negara seperti rakyat biasanya.

"Jadi beliau sekarang sudah memenuhi semua kewajibannya, jadi tolong dong berikan hak yang sama seperti kalian semua sebagai warga negara Indonesia. Kita semua sama, jadi jangan membeda-bedakan," kata Djarot.

"Hak untuk bekerja, hak untuk bisa menjalani dan menikmati hidup, dan hak berumah tangga yang sesuai dengan ideologi Pancasila dan djamin konstitusi. Jadi enggak usah heboh seperti itu loh," tambahnya.

Menurutnya, hak Ahok sebagai WNI itu harus diberikan. Karena Ahok juga sudah menjalankan hukuman dan kewajibannya yang diterima selama ini. Djarot juga tak ingin lagi apapun yang dilakukan Ahok dibesar-besarkan atau menimbulkan pro dan kontra yang kemudian bisa dibuat permasalahan baru lagi.

"Serba salah kan jadi Ahok ? Makanya kerjakan saja masing-masing  apa yang menurutmu benar. Jadi tidak perlu repot-repot untuk urusi hidup orang lain. Jadi dari sisi kemanusiaan seperti ini. Ahok punya hak hukum yang sama seperti kita," tegasnya.


Baca Juga : Ahok Berencana Menjadi Pembicara di Negara Maju Saat Keluar dari Penjara

Capres dan Cawapres no urut 01 dan 02 terlihat saling berjabat tangan usai debat perdana Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.

Liputan Warga - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meggelar debat capres dan cawapres perdana di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis malam 17 Januari 2019. Kedua pasangan masing-masing calon memaparkan visi dan misi dalam membangun Indonesia yang maju untuk 5 tahun ke depan.

Dalam debat perdana kali ini, pasangan no urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin mengajukan visi-misinya dengan sebutan untuk Indonesia Maju. Sedangkan untuk pasangan no urut 02, Prabowo-Sandiaga mengenalkan visi-misi dengan sebutan Indonesia Menang. Kedua pasangan calon tidak hanya memaparkan visi dan misi mereka masing-masing. Kedua pasangan juga sama-sama saling melontarkan pertanyaan dan juga jawaban dengan tema debat, hukum, HAM, korupsi, dan terorisme yang selamani terjadi di Indonesia ini. Baik calon no urut 01 dan no urut 02 saling menjelaskan tentang isu itu.

Akan tetapi, di balik ketegangan dari kedua pasangan capres dan cawapres. Ada terselip adegan lucu dan menarik dalam debat perdana kali ini. Momen tersebut dilakukan oleh kedua pasangan dan tertangkap oleh kamera.

Penasaran ? Berikut kita simak beberapa momen lucu dan menarik yang terjadi di debat perdana ini.


1. Sandiaga Uno Ingatkan Prabowo Sudah Keluar dari Gerindra

Capres dan Cawapres pasangan no urut 02.


Capres dari no urut 02 yaitu Prabowo Subianto sempat lupa bahwa sang wakil Sandiaga Uno telah tidak lagi di Partai Gerindra. Hal itu terlihat jelas saat debat perdana Pilpres 2019 ini.

Disaat sesi keempat, terlihat capres no urut 01, Joko Widodo menanyakan Prabowo mengapa Partai Gerindra (yang dipimpinnya) sedikit pengurus partai perempuan. Hal itu juga disampaikan sebagai komitmen dalam visi dan misi.

Kemudian Prabowo pun mencoba menjabarkan jawabannya. Saat waktu tersisa 30 detik, Prabowo coba untuk melempar kepada cawapresnya Sandiaga Uno. Dengan lagak bingung, Sandiaga pun tersenyum dan menjawab.

"Saya sudah enggak di Gerindra Pak, jadi saya enggak bisa jawab," kata Sandiaga sambil tersenyum manis.

"Oh iyaa," jawab balas Prabowo sambil sedikit tertawa.

"Bapak mau angkat saya lagi ?," tambah Sandiaga disambut tawa dari sang mantan Danjen Kopassus.

"Cukup, cukup.." kata Prabowo.

2. Ketika Ma'ruf Amin Berkata Cukup

Penampilan dari Cawapres no urut 01 Ma'ruf Amin didebat capres perdana memang mengundang sejumlah gelak tawa dari para pendukungnya dan juga tidak terkecuali pendukung sang lawan. Satu hal yang memicu adalah terkait hal ucapan dari Ma'ruf Amin yang diberikan kesempatan oleh Jokowi untuk menjawab dan menjelaskan tentang isu penegakan hukum yang terjadi di dalam negeri ini.

Dari sesi pertama Jokowi yang memang mendominasi jawaban. Sementara dari kubu no urut 02, Prabowo dan Sandiaga saling bergantian menjawab. Kemudian di sesi kedua, Jokowi kembali memberi kesempatan bagi Ma'ruf Amin untuk menjawab. Namun sayang kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Ma'ruf Amin.

"Saya cukup," kata Ma'ruf

Tentunya hal itu sontak mengundang gelak tawa bagi para penonton yang datang memadati di Hotel Bidakara itu.

Kemudian, saat Ma'ruf mendapat giliran untuk menjawab, namun waktu yang diberikan telah habis. Sang moderator, Ira Kusno pun mengingatkan waktunya telah habis.

3. Prabowo Joget dan Dipijat Sandiago Uno

saat Cawapres no urut 02, Sandiaga Uno memijat Capres no urut 02 Prabowo.

Kejadian unik dan lucu ini terjadi saat debat mulai memanas antara Capres No urut 01, Joko Widodo dengan Cawapres No urut 02, Sandiaga Uno, terkait dengan narapidana korupsi yang ikut maju menjadi caleg.

Jokowi pun melontarkan pertanyaan ada mantan narapidana dan koruptor yang maju menjadi calon legislatif Gerindra. "Jadi bagaimana pandangan dan pemikiran bapak soal banyaknya mantan napi koruptor yang kembali nyaleg dari partai yang bapak pimpin sekarang, karena data di ICW menyebut demikian." ungkap Jokowi.

"Dimana datanya ? Belum saya terima kok, kalau memang ada begitu laporkan saja," jawab Prabowo dalam menanggapai pertanyaan Jokowi.

Jokowi yang memiliki kesempataan untuk menanggapi, kembali menegaskan pertanyaan tersebut.

"Loh bukan Pak, maksud saya para mantan napi koruptor yang nyaleg la.," kata Jokowi terputus

"Bentar pak," dipotong Prabowo.

"Eh belum boleh nanggepin yah ?" kata Prabowo, langsung disambut seru massa penonton yang hadir.

Prabowo langsung melakukan joget, kedua tangannya terlihat menari sambil melihat Jokowi.

Melihat Capresnya joget, Sandiaga sontok memijat pundak mantan Danjen Kopassus itu sambil tersenyum. Kejadian tersebut langsung suasa debat yang awalnya sedikit menegangkan menjadi cair. Para tamu undangan larut dalam tawa melihat kejadian unik tersebut.

Baca Juga : Ternyata Vanessa Angel sudah sering dibooking. Ini Buktinya!

Ilustrasi Police Line.


Liputan Warga - Tiga bocah bermotor nekat melakukan aksi perampokan dengan bermodal senjata tajam berbahaya. Mereka menodong seorang bocah perempuam yang sedang nongkrong di dekat pintu tol Cisalak, Cimanggis, Depok.

Ironis kejadiannya, para pelaku yang diketahui masih dibawah umur. Pelaku itu adalah (GS) 16 tahun, (KR) 14 tahun, dan (K) 14 tahun. Dua diantara tiga pelaku merupakan seorang pelajar, dan satunya tidak bersekolah. (KR) adalah siswa kelas I SMP dan (K) kelas II SMP.

"Kejadian ini bermula ketika korban (G) 12 tahun yang sedang nongkrong di Jalan H Kantong. Kemudian ketiga pelaku tersebut datang dan menghampiri sang korban dan pelaku langsung meminta maksa HP sang korban yang dipegangnya. Korban sendiri takut karena pelaku mengancam dengan menggunakan senjata tajam celurit. Lantas korban pun meneyerahkan Handphone nya," kata Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus, pada Jumat 11 Januari 2019.

"Dengan begitu, dua pelaku kita amankan di Cisalak dan satu lagi di Curug Kecamatan Cimanggis," tambahnya.

Setelah kejadian itu ketiga pelaku pun melarikan diri, sedangkan sang korban kemudian mengadu pada temannya yaitu (KN) 16 tahun. Kemudian korban dan temannya (KN) menghampiri pelaku. Diketahui rupanya teman korban perampasan itu mengenal si pelaku. Kemudian terjadi perbincangan diantara mereka yang memang sudah saling kenal.

"Ketika korban bertanya, tapi sang pelaku tidak mau mengaku," ujar Firdaus.

Kebetulan saat itu petugas sedang melakukan patroli dan melihat ada kerumunan orang. Ketika dihampiri, korban pun langsung menceritakan kronologi kejadian yang terjadi.

"Korban dan para pelaku langsung diamankan ke Polsek Cimanggis, setelah mereka masing-masing dilakukan interogasi dan para pelaku akhirnya mengakui perbuatan yang mereka lakukan," ungkap Firdaus.

Peran Masing - Masing Pelaku

Diketahui dari hasil pemeriksaan lanjutan diketahui bahwa pelaku K awal mula yang memiliki ide perampasan tersebut. Sedangkan GS yang berperan mengancam korban dengan senjata tajam celurut dan yang merampas Handphone-nya. Pelaku KR yang menyimpan Handphone hasil curian nya tersebut.


Baca Juga : Efek menghirup aroma bensin terlalu lama bagi tubuh

Basuki Tjahaja Purnama.

Liputan Warga - Mantan Gubernur Ibukota DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan segera bebas dari penjara nanti. Seperti yang kita tahu ia (Ahok) akan keluar di bulan Janauri 2019 ini, tepatnya pada tanggal 24. Ahok juga diketahui banjir panggilan untuk menjadi narasumber usai dirinya bebas dari jeruji besi nanti. Dan juga tak tanggung-tanggung, ia juga diundang dua negara untuk maju sebagai pembicara.

"Kemarin itu kami menjenguk Pak Ahok di Sel Mako Brimob. Alhamdulillah keadaan badannya sehat sekali. Kemudian ada juga rencana untuk dia akan di undang di beberapa negara tetangga seperti Jepang, Selandia Baru, Singapura, dan beberapa negara lainnya," ungkap Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 6 Januari 2019.

Hanya saja, Prasetyo berkata ia tidak begitu paham dengan acara apa yang akan Ahok hadiri. Jelasnya, setelah bebas dari penjara maka mantan Gubernur DKI itu akan sangat sibuk. Ahok hadir disana sebagai narasumber," kata Prasetyo.


Bebas Pada 24 Januari

Basuki Tjahaja Purnama.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan bebas dari tahanan penjara tepatnya pada hari Kamis, 24 Januari 2019. Ahok telah mejalani hukuman sejak 9 Mei 2017 setelah ia divonis oleh Majels Hakim Pengadilan Jakarta Utara dengan 2 tahun penjara.

Majelis Hakim menyatakan Ahok terbukti melakukan kesalahan penistaan agama saat pidatonya di Kepulauan Seribu di hadapan masyarakat pada tahun 2016 lalu dan ia pun dijatuhkan vonis selama 2 tahun penjara.


Dengan tinggal waktu beberapa minggu lagi Ahok akan keluar. Berhembus angin kencang juga bahwa ada kabar ia akan mencari istri baru yang akan mendamping dirinya untuk selamanya. Usai ia resmi bercerai dengan sang istri Veronica Tan, dengan dugaan sang istri telah selingkuh dengan pria lain dengan posisi Ahok yang kala itu masih menetap di penjara.


SUMBER : 

Rumah korban sekeluarga yang tewas di tembak di Palembang, Sumatera Selatan.

Peristiwa pembunuhan satu keluarga yang tewas ditembak di Komplek Kebun Sirih, Bukit Sangkal Palembang, Sumatera Selatan sudah mulai menemunkan lampu hijau. Polresta Palembang bekerja sama dengan Polda Sumsel untuk mengusut tuntas kasus peristiwa ini, sejak dilaporkan terjadinya pembunuhan sadis satu keluarga pada hari Rabu 24 Oktober 2018.

Diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi, jenazah keempat korban, FR (45 tahun), MG (42 tahun), RR (18 tahun), KT (11 tahun) sudah selesai diautopsi. "Hasil autopsi sudah keluar, dan seperti kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara, FR memang terbukti bunuh diri usai membunuh istri dan kedua anaknya," ujarnya kepada Liputan 6, Kamis 25 Oktober 2018.

Dokter tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kompol Mansyuri juga mengatakan, FR menembak anggota keluarganya dan bunuh diri dari jarak yang cukup dekat," ungkapnya.

Namun dia juga tidak bisa memastikan siapa korban pertaama yang dibunuh FR, Namun diketahui sebelum menembakkan kepalanya menggunakan senjata api jenis Revolver, owner CB Frantincom ini membunuh istrinya di atas kasur kamarnya terlebih dahulu. Usai diautopsi, keempat jenazah pembunuhan satu keluarga ini diserahkan kepada pihak keluarga korban. Ada empat peti jenazah yang dibawa dari ruang instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Namun sayangnya seluruh anggota keluarga dari korban tidak mau berkomentar banyak soal kasus itu.

Keempat jenazah itu akan dibawa ke Rumah Sakit RK Charitas Palembang untuk didoakan keluarga sebelum dikebumikan. Saat penembakan itu terjadi pada hari Rabu, tidak ada satu pun orang yang mendengar suara tembakan yang dilakukan FR. Bahkan dua asisten rumah tangga, Dewi dan Sarah yang tinggal di rumah tersebut.

SUMBER :

Warung makan gratis di Probolinggo.

Sebuah warung di Probolinggo, Jawa Barat bisa jadi pilihan sarapan bagi Anda yang berkeinginan makan gratis. Karena warung yang buka hanya setiap hari Jumat itu hanya melayani pengunjung dengan cuma-cuma. Semua makanan yang diberikan tidak dipungut biaya sepeserpun alias free. Namanya adalah Warung Berkah. Warung yang diinisiasi anggota Satlantas Polresta Probolinggo, Bripka Anton Damei Pribadi ini buka sejak pukul 07.00 WIB hingga sampai pukul 11.00 WIB. Selain memberikan makanan gratis, Warung Berkah juga menerima jika ada warga yang juga mau berbagi makanan, jadi ada saling berbagi.

Meskipun memberikan gratis tanpa bayaran, menu makanan yang disajikan tidaklah makanan yang sembarangan atau seala kadarnya. Menu yang disajikan di Warung Berkah itu juga terkenal enak dan lezat. Ada juga menu yang diberikan Warung Berkah yang cukup bervariasi, seperti nasi uduk, nasi goreng, nasi rames, dan menu lainnya.

Budi, salah satu warga yang mencoba makanan gratis ini menyebut keberadaan warung gratis ini hanya ia temui sekali di Kota Probolinggo, Jawa Barat. Karena Budi yang berasal dari Bandung tidak pernah menemukan warung gratis seperti ini.

"Baru kali pertama ini saya ke Probolinggo menemui warung gratis ini, di Jakarta mah banyak tapi tidak gratis, hanya membayar 5 ribu rupiah bagi kaum dhuafa, di sini justru menggratusjab semua makanan kepada siapa pun yang ingin makan, tanpa memandang orang nya siapa," ungkapnya.

Kebanyakan mereka yang makan di Warung Berkah gratis di setiap hari Jumat tersebut adalah para pemulung, tukang parkir, tukang becak, pedagang asongan, dan sales keliling. Namun, ada beberapa juga sebagian pejabat pemerintah yang ikut makan bareng sambil juga berbagi makanan yang mereka bawa dari tempat lain yang mungkin juga mereka beli.

Warga mengharapkan adanya warung gratis ini istikamah melayani warga Probolinggo dengan dukungan sejumlah pihak yang juga turut mengisi menu makanan, sehingga dapat diadakan dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 2.000 menjadi Rp 593.000 per gram pada perdagangan hari ini, Jakarta, Selasa (15 Oktober 2018). Di awal pekan harga emas Antam ada di angka Rp 595.000 per gram.


Harga emas Antam PT Aneka Tambang Tbk atau disebut emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 673 ribu per gram pada perdagangan Senin (15 Oktober 2018) ini. Pada Jumat lalu Emas Antam dibanderol Rp 676.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam juga ikut turun Rp 2.000 menjadi Rp 595.000 per gram. Adapun Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.15 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 2 gram, 5 gram, dan 500 gram yang sudah ludes terjual.

Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda. Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.982.000 atau Rp 698.200 per gram. Adapun, ukuran 20 gram di angka Rp 13.409.000 atau Rp 670.450 per gram.

Harga emas Antam kemasan Idul Fitri dengan ukuran 1 gram ditetapkan Rp 738.000, untuk 2 gram sebesar Rp 1.361.000, dan 5 gram sebesar Rp 3.243.000. Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).




Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018. Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665.000 per gram.

* Pecahan 1 gram Rp 673.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.188.000
* Pecahan 10 gram Rp 6.311.000
* Pecahan 25 gram Rp 15.669.000
* Pecahan 50 gram Rp 31.263.000
* Pecahan 100 gram Rp 62.457.000
* Pecahan 250 gram Rp 155.890.000
* Pecahan 500 gram Rp 311.579.000

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban meninggal dunia dari reruntuhan di Hotel Roa Roa, Palu akibat tsunami, Minggu (30/9/2018)

Korban tewas akibat gempa dan tsunami di kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah terus bertambah menjadi 832 orang. Informasi terbaru yang didapat dan disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (30/9/2018) siang

"Update dampak bencana jumlah korban jiwa atas terjadinya tsunami di Donggala dan Palu sampai siang ini pukul 13.00, total 832 korban jiwa yang meninggal dunia terdiri 11 orang dari kota Palu dan 821 orang dari kota Donggala, Sejumlah korban tewas akibat tertimpa bangunan dan di terjang tsunami" kata sutopo.

Jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah karena pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. Proses pencarian korban akan terus dilakukan oleh tim SAR hingga benar-benar selesai. Operasi SAR juga tidak mudah karena terkendali listrik padam, dan minimnya fasilitas alat berat yang sulit untuk tim SAR mempercepat proses pencarian.
roses pencarian dan evakuasi korban hari ini fokus di Hotel Roa Roa yang runtuh, Ramayana, Pantai Talise, hingga perumahan Balaroa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Jadi 832 Orang", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/30/14042881/bnpb-korban-tewas-gempa-dan-tsunami-palu-jadi-832-orang.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Dian Maharani

Akibat gempa ini gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 cm, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 cm.

Terlihat tsunami yang melanda Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,7 SR mengguncang Donggala. Kejadian ini disertai tsunami hingga Palu, menyebabkan banyak bangunan rusak dan komunikasi terputus.
Hingga Sabtu (29/9/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) pada Jumat (28/9/2018). "Gempa bermagnitudo 4,5 merupakan gempa susulan ke-91 sejak gempa di donggala kemarin sore," kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono kepada KompasTV, Sabtu pagi. Menurut dia, dari 91 gempa tersebut, BMKG belum mendapatkan informasi berapa gempa yang dirasakan karena dari lapangan sulit sekali komunikasi untuk mendapatkan informasi. "Namun kemungkinan ada puluhan karena ada tiga di antaranya yang besar dan yang bermagnitudo 5 gempa dangkal jadi kemungkinan dirasakan," lanjut dia. Rahmat juga mengatakan, masyarakat sudah bisa tenang karena peringatan tsunami sudah berakhir. Kemarin, lanjut dia, ada dua level warning yang dikeluarkan BMKG. Pertama di sekitar Palu dalam level siaga dengan ancaman tinggi air 0,5 meter-3 meter. Kedua dalam level waspada kurang dari 50 cm. "Kami juga dapat catatan di Mamuju 6 cm dan menjadi dasar warning berakhir. Ancaman tsunami tidak signifikan. Karena yang di Palu sudah terjadi dan sampai Mamuju jadi warning berakhir, berarti tsunami sudah tidak ada," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hingga Sabtu Pagi, 91 Gempa Susulan Guncang Sulawesi Tengah", https://regional.kompas.com/read/2018/09/29/09005641/hingga-sabtu-pagi-91-gempa-susulan-guncang-sulawesi-tengah.

Editor : Caroline Damanik

Hingga Sabtu (29/9/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) pada Jumat (28/9/2018). "Gempa bermagnitudo 4,5 merupakan gempa susulan ke-91 sejak gempa di donggala kemarin sore," kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono kepada KompasTV, Sabtu pagi. Menurut dia, dari 91 gempa tersebut, BMKG belum mendapatkan informasi berapa gempa yang dirasakan karena dari lapangan sulit sekali komunikasi untuk mendapatkan informasi. "Namun kemungkinan ada puluhan karena ada tiga di antaranya yang besar dan yang bermagnitudo 5 gempa dangkal jadi kemungkinan dirasakan," lanjut dia. Rahmat juga mengatakan, masyarakat sudah bisa tenang karena peringatan tsunami sudah berakhir. Kemarin, lanjut dia, ada dua level warning yang dikeluarkan BMKG. Pertama di sekitar Palu dalam level siaga dengan ancaman tinggi air 0,5 meter-3 meter. Kedua dalam level waspada kurang dari 50 cm. "Kami juga dapat catatan di Mamuju 6 cm dan menjadi dasar warning berakhir. Ancaman tsunami tidak signifikan. Karena yang di Palu sudah terjadi dan sampai Mamuju jadi warning berakhir, berarti tsunami sudah tidak ada," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hingga Sabtu Pagi, 91 Gempa Susulan Guncang Sulawesi Tengah", https://regional.kompas.com/read/2018/09/29/09005641/hingga-sabtu-pagi-91-gempa-susulan-guncang-sulawesi-tengah.

Editor : Caroline Damanik
Gempa bumi 7,4 skala richter (SR) yang terjadi di Donggala, Palu dan Mamuju, mengakibatkan gelombang tsunami. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, tsunami yang muncul akibat gempa tersebut masuk level siaga dengan ketinggian setengah meter hingga maksimum 3 meter.
Hingga Sabtu (29/9/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) pada Jumat (28/9/2018). "Gempa bermagnitudo 4,5 merupakan gempa susulan ke-91 sejak gempa di donggala kemarin sore," kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono kepada KompasTV, Sabtu pagi. Menurut dia, dari 91 gempa tersebut, BMKG belum mendapatkan informasi berapa gempa yang dirasakan karena dari lapangan sulit sekali komunikasi untuk mendapatkan informasi. "Namun kemungkinan ada puluhan karena ada tiga di antaranya yang besar dan yang bermagnitudo 5 gempa dangkal jadi kemungkinan dirasakan," lanjut dia. Rahmat juga mengatakan, masyarakat sudah bisa tenang karena peringatan tsunami sudah berakhir. Kemarin, lanjut dia, ada dua level warning yang dikeluarkan BMKG. Pertama di sekitar Palu dalam level siaga dengan ancaman tinggi air 0,5 meter-3 meter. Kedua dalam level waspada kurang dari 50 cm. "Kami juga dapat catatan di Mamuju 6 cm dan menjadi dasar warning berakhir. Ancaman tsunami tidak signifikan. Karena yang di Palu sudah terjadi dan sampai Mamuju jadi warning berakhir, berarti tsunami sudah tidak ada," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hingga Sabtu Pagi, 91 Gempa Susulan Guncang Sulawesi Tengah", https://regional.kompas.com/read/2018/09/29/09005641/hingga-sabtu-pagi-91-gempa-susulan-guncang-sulawesi-tengah.

Editor : Caroline Damanik

"Gempa bumi tersebut menimbulkan tsunami dengan level siaga yakni ketinggian lebih dari setengah meter maksimum 3 meter, waktu (air) tiba 17.22 WIB, sehingga waktu mengumumkan gempa BMKG juga mengumumkan peringatan dini tsunami," katanya dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jakarta, Jumat (28/9).

Dia mengatakan, selain peringatan dini tsunami, BMKG juga melakukan pemantauan naiknya muka air laut. Dari hasil pengamatan, terlihat adanya kenaikan muka air laut setinggi 6 cm, pada pukul 17.13 WIB.

Atas peristiwa tersebut sangat memakan banyak korban jiwa yang meninggal dan luka-luka. Banyak gedung, rumah, dan bangunan lainnya yang rusak di sekeliling kota. Warga masyarakat juga terlihat masih panik dan masih mengungsi ke daerah-daerah yang lebih aman seperti ke dataran yang lebih tinggi. Masyarakat membutuhkan penanganan segera dari berbagai instansi terkait.


Ilustrasi Penganiayaan.

Pada sejumlah video pengeroyokan sadis seorang Jakmania saat menonton pertandingan Persija-Persib yang viral di sosial media, tidak ada polisi yang berada di tempat kejadian perkara.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan, lokasi penganiayaan yang menewaskan Jakmania bernama Haringga Sirla terbilang jauh dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

"Kejadian itu jauh di luar lingkungan itu," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).

Menurut dia, pihaknya sudah menerapkan pengamanan berlapis. Untuk mengamankan acara seperti ini, lanjut dia, polisi sudah beberapa kali studi banding dan mengadopsi sistem pengamanan di luar negeri.

"Sudah berapa kali studi banding ke luar negeri. Ke London, Inggris. Manajemen pengamanan PAM bola itu terkait masalah ketertiban, beberapa bagian kita adopsi di sini," jelas dia.

Dia menuturkan, strategi yang digunakan Polri, salah satunya, adalah membagi satuan gabungan atau satgas di beberapa ring pengamanan.
 
"Cukup efektif sampai dengan saat ini. Kan kita meminimalisasi kejadian dan meminimalisasi apabila terjadi kejadian," ujar Dedi soal Jakmania .


Cari Perekam Video

Polisi memburu orang yang merekam dan menyebarkan video pengeroyokan sadis terhadap pendukung Persija, Haringga Sirilla. Pemuda itu tewas dihajar puluhan Bobotoh di area parkir Gelora Bandung Lautan Api menjelang duel Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada Minggu 23 September 2018.

"Ya kita cari, kita akan cari itu kan orang yang ada di sekitaran situ yang sebar," tutur Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Menurut dia, video pengeroyokan suporter Persija itu sangat tidak pantas untuk disebarluaskan. Dia pun meminta masyarakat ikut andil menghentikan penyebaran rekaman pengeroyokan sadis tersebut.

"Nah, itu jadi gini kita harap itu video yang tidak mendidik. Mungkin kalau kita terima cukup tahu aja, tapi tidak untuk disebarkan dan itu untuk pembelajaran. Itu imbauan saya. Siapa yang sebarkan kita kenakan UU ITE, itu kan UU jelas umbar kekerasan," jelas dia.


lepak pedagang yang dirusak preman kampung.


Dua preman kampung, AD (44) dan SS (46) dimintai keterangan polisi setelah dilaporkan merusak lapak baju tempat Haidir (44) berjualan. Pelaku diduga melampiaskan kemarahan dengan merusak lapak, lantaran korban tidak pernah membayar uang keamanan.

Kedua pelaku dinilai sewenang-wenang membongkar baju tempat korban sehari-hari berjualan di Kawasan Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut, sebelum kemudian Polsek Jatipurno meringkus.
"Tersangka mengakui merusak baju tersebut dengan alasan korban tidak pernah membayar iuran keamanan," tegas Ipda Yudi Wibowo, Kasubbag Humas Polres Wonogiri.


kedua preman kampung.


Korban awalnya sekitar pukul 14.00 WIB mendapati bajunya dalam kondisi sudah rusak berantakan dibongkar oleh kedua tersangka. Korban sehari-hari menjual baju, untuk mencari tahu lewat pedagang lain di sekitar lokasi.

Saat itu, kedua tersangka masih di lokasi dan dengan tegas mengakui membongkar baju korban. Tersangka mengatakan kalau korban tidak pernah membayar iuran kemanan. Polisi menyita golok, linggis, dan besi yang digunakan membongkar lapak tersebut.

Selain itu juga mengambil sejumlah potongan kayu dari baju sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 karena membawa senjata tajam tanpa dilengkapi surat yang sah. Keduanya juga dijerat Pasal 170 KUHP tentang perusakan

Presiden pertama Indonesia

























Tentunya kalian pasti tahu kalau negara kita yaitu Indonesia pertama kali dipimpin oleh siapa lagi kalau bukan Bung Karno. Beliau merupakan sang proklamator Indonesia yang sangat besar jasanya. Semasa hidup sang presiden pertama RI ini selalu menarik perhatian. Meskipun kini beliau sudah wafat, nama beliau masih tetap harum.

Nah, tak semua orang tahu bahwa Presiden pertama RI mempunyai beberapa fakta menarik yang harus kalian ketahui. Kali ini Liputan Warga akan membagikan beberapa fakta seputar Bung Karno pahlawan Indonesia yang harus kalian ketahui.


1. Nama sebenarnya Sukarno



Presiden Sukarno berkata bahwa nama aslinya adalah Soekarno, namun dalam ejaan Jawa “a” menjadi “o” maka namanya menjadi “Soekarno”. Berikut kutipan bukunya: “Sekali waktu ada seorang wartawan goblok yang menulis bahwa nama awalku adalah Ahmad (Ahmad Soekarno). Sungguh menggelikan. Namaku hanya “Sukarno” saja. Memang dalam masyarakat kami tidak luar biasa untuk memakai satu nama saja. Waktu di sekolah namaku dieja “Soekarno” menurut ejaan Belanda. Setelah Indonesia merdeka aku memerintahkan supaya segala ejaan “OE” kembali ke “U”. Juga ejaan dari perkataan “Soekarno” sekarang menjadi “Sukarno


2. Pernah jadi guru SMP



Sebelum menjabat sebagai presiden, Sukarno rupanya pernah menjadi pengajar di SMPN 1 Bandung. Presiden Sukarno mengatakan bahwa selulusnya dari ITB, dia jadi pengangguran di Bandung dan sangat kesulitan ekonomi, sampai Dr. Setiabudi alias Douwes Dekker, yang merupakan pendiri SMPN 1 Bandung, menawarinya jadi guru.


3. Tidak percaya takhayul



Sukarno tidak percaya pada takhayul. Hal ini tertulis di buku otobiografinya. Di sana tertulis: “Aku percaya pada hari baik dan hari nahas, aku percaya pada jimat yang membawa rahmat dan jimat yang mempunyai pengaruh jahat. Di Bandung ada orang yang memberiku sebentuk cincin pakai batu. Dalam batu itu terlihat lobang berisi cairan hitam yang tidak pernah tenggelam. Seperti biji kecil yang mengapung dan selalu berada di atas. Di waktu itu aku mempercayai apa saja, karena aku memerlukan segala kekuatan yang bisa kuperoleh. Tapi tidak lama setelah itu aku tertangkap dan dibuang ke Pulau Bunga. Sejak itu, aku tidak percaya lagi kepada takhayul. Demikianlah, ketika kuyakinkan pada diriku sendiri, kepercayaan yang kegila-gilaan ini harus dihentikan. Dan kukatakan pada diriku, “Engkau sudah melihat, penyakit takhayul yang jahat”.


4. Ának-anak dari Sukarno



Semasa masih hidup, bung Karno diketahui mempunyai sembilan istri. Wajar aja kalo bung Karno punya keturunan yang banyak, beberapa putra putri Ir. Soekarno adalah Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, Guruh Sukarnoputra, Kartika Sari Dewi Soekarno, Rukmini Soekarno, Toto Suryawan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Ayu Gembirowati, Guntur Sukarnoputra, Taufan Sukarnoputra, dan masih banyak yang lainnya.

5. Pakai peci karena botak


Menurut pengakuannya, dia adalah orang yang pertama kali memperkenalkan kombinasi antara jas modern dengan peci/kopiah hitam kala acara-acara Jong Java. Dari sanalah banyak yang meniru gaya berpakaian seperti itu dan jadi ciri dari kaum intelektual Indonesia. Padahal, ada alasan lainnya dia mengenakan peci, seperti yang tertulis dalam bukunya. Berikut kutipannya: “Pada waktu aku melangkah gagah keluar dari kereta api di stasiun Bandung dengan peciku yang memberikan pemandangan yang cantik, maka peci itu sudah menjadi lambang kebangsaan bagi para pejuang kemerdekaan. Tapi kalau sekarang, peci itu bagiku lebih merupakan sebagai lambang untuk pertahanan diri. Sesungguhnya, kepalaku kian hari semakin botak. Karena orang Islam diharuskan mencuci rambutnya setelah dia berhubungan dengan seorang perempuan, maka kawan-kawan menggangguku, “Hei Sukarno, itu barangkali yang membikin Bung botak.” Apapun alasannya, aku gembira karena telah mempunyai pandangan ke depan 44 tahun yang lalu untuk membikin peci ini begitu hebat.

6. Menguasai tujuh bahasa asing



Selain sebagai oratur ulung, presiden Soekarno juga menguasai 7 bahasa asing. Yaitu, bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Arab, Cina dan bahasa Latin. Gak heran kalo Presiden Pertama RI ini berhasil menyandang 26 gelar Doktor HC.


7. Sembilan istri Sukarno

Selain jago dalam bidang politik, tapi juga handal memikat hati wanita. Tak heran jika kemudian tokoh besar ini memiliki lebih dari satu istri. Tercatat, Soekarno memiliki sembilan istri diantaranya Oetari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Kartini Manoppo, Yurike Sanger, Heldy Djafar.


8. Insinyur, tapi tak pandai matematika


Walaupun Presiden Sukarno merupakan Insinyur lulusan ITB, justru sebenarnya dia sangat tidak suka dan tidak menguasai Matematika. Berikut adalah kutipannya: “Aku mempunyai ingatan seperti bayangan gambar (visual) dan dalam pada itu aku terlalu sibuk memompakan soal-soal politik ke kepalaku, sehingga tidak tersisa waktuku untuk membuka buku sekolah. Dewi dendamku adalah ilmu pasti (IPA dan matematika). Aku tidak begitu kuat dalam ilmu pasti. Menggambar arsitektur bagiku sangat menarik, akan tetapi kalkulasi bangunan dan komputasi jangan tanya. Kleinste Vierkanten atau yang dinamakan Geodesi, semacam penyelidikan tanah secara ilmu pasti di mana orang mengukur tanah dan belajar membaginya dalam kaki persegi, dalam semua ini aku gagal.”




Rupiah dan Dollar AS


Nilai tukar dollar AS terus menguat sejak awal 2018. Tekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga akhirnya menembus Rp.14.000 per dollar AS pada 7 Mei 2018 silam. Padahal per 2 Januari 2018, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah masih Rp.13.542 per dollar AS. Puncaknya pada penutupan perdagangan Jumat kemarin (31/8/2018), rupiah berada di level Rp.14.829 per dollar AS.

Direktur Penelitian CORE, Muhammad Faisal menilai dollar AS yang terus menguat tidak akan langsung berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Pelemahan rupiah terhadap dollar AS hanya akan dirasakan oleh kelompok masyarakat yang aktivitasnya berhubungan dengan valuta asing, misalnya usaha ekspor-impor. Dalam bidang-bidang tersebut, mata uang selain rupiah digunakan untuk membeli bahan baku produksi.

“Golongan masyarakat yang paling merasakan umumnya menengah ke atas. Sementara untuk yang menengah ke bawah, belum akan terasa dampaknya selama masih ada kebijakan pemerintah untuk meredam dampak pelemahan rupiah,” kata Faisal

Tak hanya subsidi, Faisal berpendapat minimnya dampak bagi masyarakat kelas bawah itu juga karena pemerintah masih bisa mengendalikan laju impor bahan pangan. " Namun kalau kemudian kebijakan itu tidak berlanjut, misal subsidi dicabut atau ada impor besar-besaran karena bahan pangan tidak cukup atau stok masih kurang saat panen sudah selesai, maka dampak langsungnya tidak lagi hanya dirasakan masyarakat kelas atas,” kata Faisal.

Dengan demikian, Faisal mengatakan bahwa kebijakan dana desa atau bantuan sosial terbukti ampuh dalam menekan dampak langsung dari dollar AS yang terus menguat. Hanya saja, Faisal mengingatkan agar kebijakan tersebut dapat terintegrasi dan berjangka panjang, sehingga kelompok masyarakat yang sudah keluar dari garis kemiskinan, tidak kembali mengalami kemiskinan.

Jonatan Christie buka baju di Final Asian Games 2018.


Atlet bulutangkis, Jonatan Christie mencuri perhatian publik ketika berlaga di ajang Asian Games 2018 kemarin (22/8/2018). 

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie pun membeberkan firasat kemenangan setelah mengalahkan pebulutangkis asal Taiwan yaitu Chou Tien Chen di laga Final Asian Games 2018.

Jonatan alias Jojo menilai tangan pebulutangkis asal China tersebut sudah terasa dingin sekali. Ia menganggap hal itu sebagai penanda bila Chou Tien Chen gugup saat jelang duel di laga final Badminton tunggal putra Asian Games 2018.

"Pertama jalannya pertandingan saya tahu tidak akan mudah, tapi ketika saya lihat dari awal, ketika jabat tangan di koin tos, itu tangannya sedikit dingin. Saya tahu dia tegang sejak awal pertandingan. Apalagi main dirumah kita sendiri kan di Istora Senayan dengan puluhan ribu penonton. Apalagi ketika di leading tiga angka juga, saya lihat wajahnya tidak tenang. Mungkin sudah capek ketika lawan Anthony Ginting di Semifinal kemarin. Saya liihat dia cuma ikut main saja, tidak ngotot dan greget," ucap Jojo.

Jojo menekuk Chou Tien Chen dengan skor 21-18, 20-22, dan 21-15. Atas Hasil ini, Jojo berhasil mengulang prestasi medali emas di nomor tunggal putra ayng sebelumnya pernah didapatkan Taufik Hidayat pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

Dia sangat bersyukur kepada Tuhan. Medali emas tersebut ia persembahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan orang-orang yang telah membantunya selama persiapan hingga saat ini.

"Pastinya saya persembahkan untuk Tuhan, karena dia yang kasih talenta ke saya, kedua untuk penonton, masyarakat Indonesia yang hadiri di sini dan yang nonton di rumah. Buat keluarga juga, khususnya buat nenek yang selalu support saya, dan tentunya untuk tim support, pelatih yang selalu mendukung saya selama persiapan. Mereka sangat luar biasa,"ucapnya.

Setelah ajang ini, Jojo akan kembali mempersiapkan diri untuk beberapa kejuaraan di depan, antara lain China Open, Jepang dan Korea. "Target selanjutnya, Jepang Open, China Open, dan Korea. Saya harus banyak recovery karena lusa sudah mulai latihan,"katanya

Mumi asli Indonesia dari Suku Dani di Papua.



Setiap negara pasti mempunyai tradisi dan kebiasaan masing-masing yang unik dan menarik. Keunikan tersebut biasanya kerap dijadikan ciri khas budaya. Sehingga orang-orang di luar negeri dapat mengidentifikasi bangsa lain melalui ciri khas tradisi dan budaya tersebut.

Meskipun setiap negara memiliki tradisi yang berbeda-beda, namun ada sejumlah negara yang memiliki tradisi yang mengundang rasa yang mengerikan. Entah mungkin karena ritualnya ataupun bahaya (ekstrim) yang kerap dialami oleh masyarakatnya.

Berikut beberapa ritual dan tradisi yang mungkin bakal buat merinding banyak orang dari berbagai belahan dunia.


1. Tradisi menari dengan orang mati

Festival Famadihana atau menari bersama jasad, ritual ini di Madagaskar.


Famadihana adalah tradisi pemakaman di Madagaskar. Dikenal sebagai berubahnya tulang. Ritual ini dilakukan dengan mengeluarkan jasad leluhur berdasarkan silsilah keluarga, membungkusnya kembali dengan kain suci yang baru, lalu para pelayat berpesta dengan menari-nari disekitar jasad disertai iringan musik.

Upacara ini didasarkan kepada keyakinan bahwa roh-roh seseorang yang telah mati akan bergabung ke dunia para leluhur setelah jasad terurai (dekomposisi). Upacara ini diselenggarakan setiap tujuh tahunan.

2. Ritual berdarah Muslim Syiah saat rayakan Asyura

Seorang pria mencambuk punggung mereka sendiri, merayakan peringatan hari Asyura di sebuah masjid di Kabul, Afghanistan.


Sejumlah muslim syiah mencambuk dirinya sendiri dengan pisau berantai seama memperingati Hari Asyura. Mereka menganggap kasi melukai diri ini sebagai ibadah mulia untuk mengenang kematian cucu dari Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali dalam pertempuran Karbala padad 61 H.
Tradisi ini dipraktikkan oleh semua kelompok umur, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Ritual ini juga dilakukan oleh rakyat Iran, Bahrain, India, Lebanon, Irak dan Pakistan.



3. Ritual potong jari Suku Dani

Suku Dani di Papua memotong jari mereka saat ada anggota keluarga yang meninggal.


Pemotongan jari dimaksudkan sebagai lambang kehilangan yang amat sangat. Rasa sakitnya diumpamakan seperti menderitanya hati ketika saudara meninggal. Makanya, mereka pun seolah tak masalah melakukan ritual menyakitkan ini. Di samping itu, kemauan memutuskan salah satu ruas jari juga jadi bukti kesetiaan mereka terhadap keluarga. Orang-orang Dani tahu betul kalau ritual ini akan sakit, tapi mereka mau melakukannya atas nama kesetiaan.


 4. Festival Hindu Thaipusam


Festival Hindu Thaipusam dilaksanakan oleh masyarakat Tamil yang ada di India, Sri Lanka, Malaysia, Mauritius, Singapura, Thailand, dan Myanmar.


Umat Hindu merayakan Festival Pierpings Hindu Thaipusam selama perayaan hari raya keagamaan Thaipusam. Mereka melakukan ritual ini untuk menyatakan pengabdian kepada Tuhan mereka. Ritual ini dilakukan dengan menusuk beberapa bagian tubuh mereka, termasuk lidah.
Ritual ini dilakukan oleh Suku Tamil, berbagai pernak-pernak menyakitkan menghiasi tubuh mereka selama perayaan berlangsung.



5. Tradisi melempar bayi di India

Ritual melempar bayi di India.

Ritual ini dilaksanakan di wilayah Maharashtra dan Karnataka. Para orang tua akan membawa bayi mereka ke sebuah tempat ibadah dan di berikan kepada rumah ibadah.

Sang bayi akan dibawa ke atas rumah ibadah dengan ketinggian 10 meter. Di halaman bawah, belasan lelaki dewasa akan menangkap bayi dengan selimut sebagai penangkapnya.

Ketika dilempar, bayi akan jatuh di selimut yang sudah dibentangkan. Kemudian si bayi akan diserahkan kepada ibunya. Bayi yang dilempar haruslah berumur lebih dari 2 bulan














Ilustrasi wanita berkarier.

    

"Wanita, apalagi yang berada di Indonesia, hidupnya yang sangat berat sekali karena omongan orang lain. Sangat banyak wanita yang terpaksa melupakan mimpi maupun impiannya karena hanya takut : 'Nanti orang lain bilang apa kalau saya tidak begini, tidak begitu ?' ujar penyanyi Anggun tentang lagu barunya, "Siapa Bilang Nggak Bisa." Anggun berharap lagu itu dapat menginspirasi semua para wanita yang berada di Indonesia maupun diluar untuk menggacapai cita-cita setinggi langit. Juga mendobrak semangat dan batasan yang tak adil yang kerap dipatok konstruk sosial bagi para wanita.

Pada 2007, sejarawan Harvard, Laurel Thatcher Ulrich, menulis suatu buku yang berjudul provokatif :Well-Behaved Women Seldom Make History-- artinya wanita baik-baik jarang menciptakan suatu sejarah. Meski dianggap mengejutkan dan tidak pantas, pernyataan ini bukan omong kosong. Ulrich mengisahkan riwayat para-para tokoh perempuan, antara lain Christine De Pizan, penulis terkemuka abad pertengahan.

Di Indonesia, tentu ada beberapa wanita-wanita yang menciptakan suatu sejarah. Misal kita bilang Dewi Sartika, pada tahun 1904 saat masyarakat yakini bahwa ruang gerak wanita hanya sebatas sumur dan kasur, putri menak Bandung itu malah membuka Sakola Istri, Sekolah pertama yang berada di Tatar Priangan untuk para perempuan pribumi.

 Pada 1911 di Sumatera Barat, Rohana Kudus mendirikan sekolah Amai Setia yang secara khusus mengajari para wanita membuat barang-barang kriya, untuk kemudian dijual.


Perempuan Mencipta Sejarah

Dewi Sartika dan Rohana Kudus menunjukkan bahwa keberadaan ruang bagi wanita itu tertutup hanyalah mitos. Siapa yang bilang kalau perempuan itu tidak bisa dididik, mandiri, bersuara, dan membuat sejarah ?

Pembongkaran mitos-mitos merugikan itu berjalan terus dan atas nama kemanusiaan, ia memang perlu diteruskan hingga tak ada lagi diskriminasi berdasarkan gender, hingga dunia tidak lagi berat sebelah. 

Pada tahun 2016,  menyebut jumlah penduduk Indonesia adalah 258,71 juta jiwa, dan 128,72 juta jiwa diantaranya ialah wanita. Komposisi penduduk berusia produktif antara perempuan dan laki-laki pun cukup berimbang : 66,95% berbanding 66,99%. Namun, menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada tahun yang sama, jumlah keseluruhan pekerja dari 17 sektor pekerjaan masih didominasi pria. Rinciannya : 45,8 juta orang pekerja, terdiri dari 29,3 juta pria dan 16,4 juta wanita.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.