Articles by "Politik"

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan


Akhirnya  Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok turun ke wilayah Jakarta Barat untuk mengampanyekan stafnya, Ima Mahdiah, Ima merupakan caleg PDIP tingkat DPRD DKI Jakarta. kembali terjun ke dunia politik, bahkan isu mengenai Ahok yang juga akan bergabung bersama partai yang berlambang banteng merah tersebut.

Ima merupakan salah satu Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 10 Jakarta Barat Grogol Petamburan, Tamansari, Kebon Jeruk, Palmerah, Kembangan. PDI Perjuangan.

Dalam kampanye tersebut Ahok menyapa warga, dia juga sempat mengunjungi seorang warga.

Saat itu Ahok menyambangi  Posko Pemenangan Ima di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. 

Dia lantas menjenguk seorang warga yang disebut sakit stroke.

Menurut Ima seorang warga yang dijenguk oleh Ahok tangan nya terkena stroke. 

Ahok juga berbicara hubungannya dengan PDIP.

Ahok memang diisukan akan bergabung dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Ahok mengkampanyekan caleg PDIP.

Menurut Ahok dirinya memang sejak dahulu berhubungan dengan partai PDI Perjuangan, dan kebetulan dirinya mendukung Ima dan Ahok ingin Ima terpilih sebagai anggota DRPD DKI.

Ketika disinggung mengenai kemana arah Ahok akan berlabuh, Ahok enggan menjawab dan mengatakan saat ini dirinya ingin santai menikmati kebebasannya dahulu. 

Ahok bahkan telah merencakan agenda ke luar negeri.

Dalam pertemuan kampanye tersebut Ahok juga bertemu dengan politikus PDIP Charles Honoris dan juga di kampanyekan oleh Ahok.

Ahok mengajak warga Jakarta untuk memilih Caleg DRPD AGENDOMINO  nomor urut 02 yaitu Ima dari PDI Perjuangan dan Charles. 

Ahok juga berpesan apabila ingin pemerintahan yang baik maka wajib ikut serta memenangkan pemilu tersebut.

Cek Juga : 

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbincang dengan bakal calon kepala daerah Aceh Barat, Fuad Hadi saat sidang lanjutan Uji Materi Pasal 70 ayat 3 UU Pilkada mengenai cuti selama kampanye di MK, Jakarta, Senin (5/9).
Liputan Warga - Seiring dengan kebebasan Ahok yang hanya tinggal menghitung jam, banyak sekali cerita yang akan sesegera ditinggalkan Basuki Tjahaja Purnama usai menjadi orang bebas pada Kamis, 24 Januari 2019.

Rekan dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku telah sering mengunjungi Ahok di Mako Brimob menjelang pembebasannya pada besok hari, 24 Januari 2019. Menurut mantan Wagub DKI Jakarta itu, Ahok saat ini membutuhkan banyak dukungan dari berbagai kalangan, dijelang hari pembebasannya.

"Jelang Pak Ahok keluar inilah saya lebih sering mejumpai beliau. Kesana hanya untuk bisa sharing dan berbincang-bincang, yaa bagaimana pun juga dia butuh penguatan dan dukungan," ujar Djarot, Selasa, 22 Januari 2019.

Djarot juga bercerita tentang perbincangannya dengan Ahok saat kunjungan terakhirnya ke Mako Brimbo Minggu kemarin. Berdasarkan dalam cerita dari yang mengunjunginya, Ahok akhirnya baru tahu bahwa ia sering dibicarakan oleh publik. Padahal, Ahok sendiri menyebut bahwa dirinya belum bebas.

"Jangankan bebas, menginjak aspal pun Pak Ahok belum pernah lagi," ungkap Djarot.

Djarot juga berharap kalau nantinya Ahok sudah bebas, maka ia berhak mendapatkan hak kebebasan yang sesungguhnya, kebebasan menentukan pilihan dan pendapat, dan juga kebebasan agar menjadi pribadinya sendiri.


Meminta Hak Keadilan

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut dari politisi PDIP itu, Ahok sekarang sudah menjalani semua hukuman yang di terimanya. Dia bahkan menolak bebas bersyarat karena ingin menyelesaikannya dengan maksimal dan bersih tanpa ada potongan. Karena dengan itu, ia berharap Ahok kembali mendapatkan haknya sebagai warga negara seperti rakyat biasanya.

"Jadi beliau sekarang sudah memenuhi semua kewajibannya, jadi tolong dong berikan hak yang sama seperti kalian semua sebagai warga negara Indonesia. Kita semua sama, jadi jangan membeda-bedakan," kata Djarot.

"Hak untuk bekerja, hak untuk bisa menjalani dan menikmati hidup, dan hak berumah tangga yang sesuai dengan ideologi Pancasila dan djamin konstitusi. Jadi enggak usah heboh seperti itu loh," tambahnya.

Menurutnya, hak Ahok sebagai WNI itu harus diberikan. Karena Ahok juga sudah menjalankan hukuman dan kewajibannya yang diterima selama ini. Djarot juga tak ingin lagi apapun yang dilakukan Ahok dibesar-besarkan atau menimbulkan pro dan kontra yang kemudian bisa dibuat permasalahan baru lagi.

"Serba salah kan jadi Ahok ? Makanya kerjakan saja masing-masing  apa yang menurutmu benar. Jadi tidak perlu repot-repot untuk urusi hidup orang lain. Jadi dari sisi kemanusiaan seperti ini. Ahok punya hak hukum yang sama seperti kita," tegasnya.


Baca Juga : Ahok Berencana Menjadi Pembicara di Negara Maju Saat Keluar dari Penjara

Capres dan Cawapres no urut 01 dan 02 terlihat saling berjabat tangan usai debat perdana Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.

Liputan Warga - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meggelar debat capres dan cawapres perdana di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis malam 17 Januari 2019. Kedua pasangan masing-masing calon memaparkan visi dan misi dalam membangun Indonesia yang maju untuk 5 tahun ke depan.

Dalam debat perdana kali ini, pasangan no urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin mengajukan visi-misinya dengan sebutan untuk Indonesia Maju. Sedangkan untuk pasangan no urut 02, Prabowo-Sandiaga mengenalkan visi-misi dengan sebutan Indonesia Menang. Kedua pasangan calon tidak hanya memaparkan visi dan misi mereka masing-masing. Kedua pasangan juga sama-sama saling melontarkan pertanyaan dan juga jawaban dengan tema debat, hukum, HAM, korupsi, dan terorisme yang selamani terjadi di Indonesia ini. Baik calon no urut 01 dan no urut 02 saling menjelaskan tentang isu itu.

Akan tetapi, di balik ketegangan dari kedua pasangan capres dan cawapres. Ada terselip adegan lucu dan menarik dalam debat perdana kali ini. Momen tersebut dilakukan oleh kedua pasangan dan tertangkap oleh kamera.

Penasaran ? Berikut kita simak beberapa momen lucu dan menarik yang terjadi di debat perdana ini.


1. Sandiaga Uno Ingatkan Prabowo Sudah Keluar dari Gerindra

Capres dan Cawapres pasangan no urut 02.


Capres dari no urut 02 yaitu Prabowo Subianto sempat lupa bahwa sang wakil Sandiaga Uno telah tidak lagi di Partai Gerindra. Hal itu terlihat jelas saat debat perdana Pilpres 2019 ini.

Disaat sesi keempat, terlihat capres no urut 01, Joko Widodo menanyakan Prabowo mengapa Partai Gerindra (yang dipimpinnya) sedikit pengurus partai perempuan. Hal itu juga disampaikan sebagai komitmen dalam visi dan misi.

Kemudian Prabowo pun mencoba menjabarkan jawabannya. Saat waktu tersisa 30 detik, Prabowo coba untuk melempar kepada cawapresnya Sandiaga Uno. Dengan lagak bingung, Sandiaga pun tersenyum dan menjawab.

"Saya sudah enggak di Gerindra Pak, jadi saya enggak bisa jawab," kata Sandiaga sambil tersenyum manis.

"Oh iyaa," jawab balas Prabowo sambil sedikit tertawa.

"Bapak mau angkat saya lagi ?," tambah Sandiaga disambut tawa dari sang mantan Danjen Kopassus.

"Cukup, cukup.." kata Prabowo.

2. Ketika Ma'ruf Amin Berkata Cukup

Penampilan dari Cawapres no urut 01 Ma'ruf Amin didebat capres perdana memang mengundang sejumlah gelak tawa dari para pendukungnya dan juga tidak terkecuali pendukung sang lawan. Satu hal yang memicu adalah terkait hal ucapan dari Ma'ruf Amin yang diberikan kesempatan oleh Jokowi untuk menjawab dan menjelaskan tentang isu penegakan hukum yang terjadi di dalam negeri ini.

Dari sesi pertama Jokowi yang memang mendominasi jawaban. Sementara dari kubu no urut 02, Prabowo dan Sandiaga saling bergantian menjawab. Kemudian di sesi kedua, Jokowi kembali memberi kesempatan bagi Ma'ruf Amin untuk menjawab. Namun sayang kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Ma'ruf Amin.

"Saya cukup," kata Ma'ruf

Tentunya hal itu sontak mengundang gelak tawa bagi para penonton yang datang memadati di Hotel Bidakara itu.

Kemudian, saat Ma'ruf mendapat giliran untuk menjawab, namun waktu yang diberikan telah habis. Sang moderator, Ira Kusno pun mengingatkan waktunya telah habis.

3. Prabowo Joget dan Dipijat Sandiago Uno

saat Cawapres no urut 02, Sandiaga Uno memijat Capres no urut 02 Prabowo.

Kejadian unik dan lucu ini terjadi saat debat mulai memanas antara Capres No urut 01, Joko Widodo dengan Cawapres No urut 02, Sandiaga Uno, terkait dengan narapidana korupsi yang ikut maju menjadi caleg.

Jokowi pun melontarkan pertanyaan ada mantan narapidana dan koruptor yang maju menjadi calon legislatif Gerindra. "Jadi bagaimana pandangan dan pemikiran bapak soal banyaknya mantan napi koruptor yang kembali nyaleg dari partai yang bapak pimpin sekarang, karena data di ICW menyebut demikian." ungkap Jokowi.

"Dimana datanya ? Belum saya terima kok, kalau memang ada begitu laporkan saja," jawab Prabowo dalam menanggapai pertanyaan Jokowi.

Jokowi yang memiliki kesempataan untuk menanggapi, kembali menegaskan pertanyaan tersebut.

"Loh bukan Pak, maksud saya para mantan napi koruptor yang nyaleg la.," kata Jokowi terputus

"Bentar pak," dipotong Prabowo.

"Eh belum boleh nanggepin yah ?" kata Prabowo, langsung disambut seru massa penonton yang hadir.

Prabowo langsung melakukan joget, kedua tangannya terlihat menari sambil melihat Jokowi.

Melihat Capresnya joget, Sandiaga sontok memijat pundak mantan Danjen Kopassus itu sambil tersenyum. Kejadian tersebut langsung suasa debat yang awalnya sedikit menegangkan menjadi cair. Para tamu undangan larut dalam tawa melihat kejadian unik tersebut.

Baca Juga : Ternyata Vanessa Angel sudah sering dibooking. Ini Buktinya!



Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak lama lagi akan menghirup udara bebas.

Dia akan bebas pada 24 Januari 2019 setelah menjalani hukuman penjara selama 2 tahun dalam kasus penisataan agama.

Namun, Ahok diperkirakan tak bisa berlama-lama menghirup udara bebas, mengingat publik akan kembali menagih penuntasan kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras dan Rusun Cengkareng.

Ahok diketahui terlibat langsung dalam pengadaan kedua lahan yang oleh BPK disebut terjadi penyimpangan dan kebocoran uang negara hingga ratusan miliyar.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad meminta Pemprov DKI segera menyelamatkan uang kelebihan bayar di RS Sumber Waras. Begitu juga dengan kasus pembelian lahan Cengkareng, yang belakangan diketahui ternyata milik Pemprov sendiri.

Syaiful pun mendesak Komite Pencegahan Korupsi (KPK) DKI Jakarta pimpinan Bambang Widjojanto sungguh-sungguh dalam upaya penyelesaian masalah dua lahan tersebut. Dia ingin dua skandal itu dituntaskan.

"Pemprov dan KPK DKI punya tanggungjawab besar untuk segera menyelesaikannya,” kata Syaiful, Jakarta, Kamis (10/1/2018).



Syaiful mengatakan, suka tidak suka Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan wajib mengembalikan uang rakyat yang menguap dalam pengadaan lahan RS Sumber Waras dan lahan di Cengkareng tersebut.

Dia juga meminta agar oknum-oknum terkait yang diduga ikut kecipratan uang haram daalam kasus itu segera dimejahijaukan.

Dengan begitu, lanjut Syaiful, kasus ini nantinya akan terang benderang dan sekaligus mengakhiri polemik berkepanjangan.

"Segera bawa ke proses hukum. Biar tidak menjadi preseden buruk bagi Pemprov," tegas aktivis HMI itu.

Catatan redaksi TeropongSenayan, dua kasus pembelian lahan milik Yayasan Sumber Waras dan Cengkareng sempat menjadi salah satu sorotan publik. Dua bidang tanah tersebut saat ini masih menjadi noda hitam di BPK RI.

BPK menemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar akibat kelebihan bayar pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI pada masa Ahok berkuasa.

Menurut BPK, seharusnya Pemprov DKI Jakarta membeli lahan RS Sumber Waras mengikuti Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Tomang Utara.

Sedangkan pembelian lahan di Cengkareng Barat juga menjadi polemik juga di era Ahok karena Pemprov terbukti membayar aset milik DKI sendiri sebesar Rp 668 miliar.

Aset yang dimiliki oleh Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta tersebut dibeli untuk dijadikan rumah susun.

Saat itu, BPK menilai adanya kerugian negara akibat pembelian lahan tersebut. Uang sebesar Rp 668 miliar harus dikembalikan terlebih dahulu sebelum Pemprov DKI menggunakan lahan tersebut.

Cek Juga : 

Basuki Tjahaja Purnama.

Liputan Warga - Mantan Gubernur Ibukota DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan segera bebas dari penjara nanti. Seperti yang kita tahu ia (Ahok) akan keluar di bulan Janauri 2019 ini, tepatnya pada tanggal 24. Ahok juga diketahui banjir panggilan untuk menjadi narasumber usai dirinya bebas dari jeruji besi nanti. Dan juga tak tanggung-tanggung, ia juga diundang dua negara untuk maju sebagai pembicara.

"Kemarin itu kami menjenguk Pak Ahok di Sel Mako Brimob. Alhamdulillah keadaan badannya sehat sekali. Kemudian ada juga rencana untuk dia akan di undang di beberapa negara tetangga seperti Jepang, Selandia Baru, Singapura, dan beberapa negara lainnya," ungkap Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 6 Januari 2019.

Hanya saja, Prasetyo berkata ia tidak begitu paham dengan acara apa yang akan Ahok hadiri. Jelasnya, setelah bebas dari penjara maka mantan Gubernur DKI itu akan sangat sibuk. Ahok hadir disana sebagai narasumber," kata Prasetyo.


Bebas Pada 24 Januari

Basuki Tjahaja Purnama.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan bebas dari tahanan penjara tepatnya pada hari Kamis, 24 Januari 2019. Ahok telah mejalani hukuman sejak 9 Mei 2017 setelah ia divonis oleh Majels Hakim Pengadilan Jakarta Utara dengan 2 tahun penjara.

Majelis Hakim menyatakan Ahok terbukti melakukan kesalahan penistaan agama saat pidatonya di Kepulauan Seribu di hadapan masyarakat pada tahun 2016 lalu dan ia pun dijatuhkan vonis selama 2 tahun penjara.


Dengan tinggal waktu beberapa minggu lagi Ahok akan keluar. Berhembus angin kencang juga bahwa ada kabar ia akan mencari istri baru yang akan mendamping dirinya untuk selamanya. Usai ia resmi bercerai dengan sang istri Veronica Tan, dengan dugaan sang istri telah selingkuh dengan pria lain dengan posisi Ahok yang kala itu masih menetap di penjara.


SUMBER : 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.