Articles by "Olahraga"

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Para pemain timnas Jepang merayakan kemenangan atas Iran dengan skor telak 3-0.


Liputan Warga - Di partai Semifinal, Timnas Jepang berhasil tundukkan sang lawan Iran dengan skor yang cukup telak 3-0, dan berhak melaju ke Final Piala Asia usai bermain di Hazza Bin Zayed Stadium, Senin 28 Januari 2019.

Pemain asal Werder Bremen, Yuya Osako yang berhasil menjadi bintang pahlawan kemenangan Jepang dengan sepasang gol yang diciptakan pada menit ke-57 dan 67. Satu gol lain disumbangkan oleh Genki Haraguchi yang melengkapi pesta gol di masa injury time.

Kemenangan yang di raih Jepang ini menjadi kans mereka menambah koleksi gelar. Dimana Jepang sudah empat kali menjuarai Piala Asia, tepatnya pada tahun 1999, 2000, 2004, dan 2011. Di Piala Asia 2019 mereka berpeluang meninggalkan para pesaing terdekat seperti Iran dan Arab Saudi yang masing masing mengoleksi tiga gelar.

Di laga Final Piala Asia, Jepang akan berhadapan dengan pemenang duel antara Qatar vs Uni Arab Emirat yang akan berlangsung nanti malam di Mohammed bin Zayed Stadium, tepatnya Selasa 29 Januari 2019. Final Piala Asia 2019 akan diselenggarakan di Zayed Sports City Stadium, pada hari Jumat 1 Februari 2019.

Jalannya Pertandingan


Bek Jepang, Maya Yoshida bertarung dengan para pemain Iran untuk menjaga pertahanan mereka.


Di awal babak pertama jalannya pertandingan, Iran mencoba berusaha menguasai jalannya pertandingan, berbagai serangan yang masing-masing dilancarkan oleh kedua tim ini masih menuai kebuntuan. Ritsu Doan coba membawa Jepang memipin, namun tendangannya masih melenceng dari mistar gawang.

Iran coba membalas serangan dan mendapat kesempatan melalui Sardar Azmoun. Namun lagi-lagi gagal di manfaatkan dengan baik. Seiring jalannya pertandingan, anak asuh Carlos Queiroz kembali menambah tekanan terhadap samurai biru. Namun kokohnya pertahanan timnas Jepang tak mampu dibobol Iran. Hingga waktu berakhir di babak pertama, skor kacamata tidak berubah.

Memasuki awal babak kedua situasi sedikit berubah, Iran mengancam lewat tendangan bebas Ehsan Hajsafi. Alih-alih ingin memimpin duluan, justru Jepang yang berhasl mencuri gol duluan. Mendapatkan umpan matang dari Takumi Minamino, Yuya Osaka berhasil menjebol gawang Iran yang dikawal Alireza Beiranvand.

Posisi tertinggal, Iran terus menekan dengan Alireza Jahanbakhsh memaksa kiper Jepang, Shuichi Gonda kerepotan mengkawal gawangnya. Dengan keasikan serang, Iran kembali tercecer usai wasit memberi hadiah penalti menyusul handball yang dilakukan Morteza Pouraliganji. Yuya Osako yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Skor sementara pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Jepang.

Semakin kesulitan, Iran terus berusaha memperkecil ketertinggalannya dengan memasukkan pemain serang mereka. Namun sayang, bukannya memperkecil ketertinggalan, malah Iran kembali kebobolan usai Jepang berhasil menambah keunggulan dari hasil serangan balik. Gol ketiga dicetak oleh Genki Haraguchi yang mendapat umpan dari Takumi Minamino. Hingga wasit meniupkan peluit panjang skor 3-0 untuk keunggulan Jepang pun tidak berubah.

Baca Juga : Beberapa Tips Cara Menghemat Pengeluaran Agar Bisa Menabung

Cristiano Ronaldo saat akan menjadi eksekutor penalti saat berhadapan dengan Lazio.


Liputan Warga - Cristiano Ronaldo berhasil mengantarkan Juventus untuk bangkit dari ketertinggalan dan akhirnya menang dengan skor 2-1 atas snag tuan rumah Lazio dalam laga lanjutan Serie A pada Senin dinihari, 28 Januari 2019. Dimana pemain berusia 33 tahun itu berhasil mengeksekusi penalti dua menit jelang waktu normal habis.

Kemenangan ini membuat si Nyonya Tua kian jauh dari para pesaing nya. Juventus sementara ini unggul 11 poin dari Napoli di posisi puncak klasemen. Sementara sang lawan, Lazio harus rela turun ke peringkat delapan dengan perolehan 32 poin.

Tuan rumah Lazio sempat menguasai jalannya pertandingan di babak pertama. Namun tak ada satu gol pun yang tercipta di babak pertama. Gol baru tercipta di babak kedua, gol pembuka baru lahir dari Lazio, dimana Emre Can melakukan gol bunuh diri pada menit ke-59. Tidak tinggal diam dengan posisi tertinggal, akhirnya Juventus berhasil menyamakan kedudukan melalui kaki Joao Cancelo pada menit ke-74, empat menit setelah ia masuk sebagai pemain pengganti.

Pada menit ke-87 tepatnya tiga menit jelang waktu normal berakhir. Juventus mendapatkan hadiah penalti yang kali ini diambil oleh Ronaldo. Tidak mau mengulangi kesalahannya di laga sebelumnya yang terjadi saat menghadapai Chievo ia gagal mengeksekusi dengan baik. Ia pun dengan tenang berhasil menceploskan bola ke dalam gawang dan menjadi penentu kemenangan. Gol yang dicetak Ronaldo ini menjadi gol ke-15 nya dalam liga.

Si Nyonya Tua yang mengejar gelar kedelapannya secara berturut-turut ini terus menampilkan performa terbaiknya. Juventus kini telah mengumpuilkan 59 poin, sementara Napoli yang berada dibawahnya memperoleh 48 poin setelah hanya bermain imbang 0-0 di kandang AC Milan.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi skuat Bianconeri diajang Liga Champions, dimana mereka sudah memenangkan 9 laga terakhir dan 1 hasil seri dari 10 laga yang dijalani di ajang liga Serie A. Apalagi kompetisi ajang Liga Champions yang akan kembali bergulir, dimana mereka akan berhadapan dengan klub raksasa asal Spanyol, Atletico Madrid. Kemenangan demi kemenangan yang diraih skuat asuhan Massimiliano Allegri ini mmang menjadi bekal yang sangat berharga.


Baca Juga : Jesse Lingard Makin Banyak Berperan dan Berkontribusi Bagi Manchester United

Alexis Sanchez dan Marus Rashford merayakan gol pembuka yang dicetak Sanchez saat berhadapan dengan Arsenal di putaran keempat Piala FA.




Liputan Warga - Pelatih sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer nampaknya sekarang makin senang melihat aksi gelandang muda miliknya yaitu Jesse Lingard. Dimana ia memperlihatkan aksinya saat MU berhasil tundukkan Arsenal.

Menurut Solskjaer, Jesse Lingard adalah pemain muda yang memiliki masa depan cerah, terlebih dia mampu mencetak gol pada saat-saat penting bagi tim. Manchester United melawat ke markas The Gunners pada pertandingan putaran keempat Piala FA di Stadion Emirates, Jumat 25 Januari 2019. Jesse Lingard dimainkan sejak menit awal sebagai ujung tombak.

Solskjaer mainkan Lingard sebagai striker dan didampingi Alexis Sanchez di posisi sayap kiri, serta Romelu Lukaku yang biasa menjadi ujung tombak United, kali ini diposisikan sebagai sayap kanan.

Lingard yang posisi aslinya adalah winger, kini diplot sebagai penyerang. Namun ia berhasil membuktikan kepercayaan yang diberikan Solskjaer, Lingar mencatatkan namanya di papan skor usai berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-33. Mendapatkan umpan datar dari Lukaku dan mampu dikonversikan dengan mudah.

Manchester United pun akhirnya mengakhiri pertandingan itu dengan skor akhir kemenangan bagi sang tamu, Manchester United dengan skor yang cukup telak 3-1. Dua gol MU lainnya dicetak oleh mantan pemain Arsenal, Alexis Sanchez dan Anthony Martial sebagai gol penutup pada menit ke-82. Sementara Arsenal hanya mampu membalas satu gol yang dicetak oleh Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-43.


Komentar Pujian Dari Solskjaer

"Dia (Lingard) menunjukkan segala kemampuannya itu bersama timnas Inggris, dan dia juga memperlihatkan penampilannya bersama dengan kami. Dia selalu muncul dengan gol-gol penting disaat kami butuhkan. Dia adalah seseorang yang tidak pernah ragu untuk dimasukkan ke dalam skuat Manchester United," ucap Solskjaer.

"Lingard telah melalui sistem sehingga ia tahu apa artinya suatu pertandingan dalam sepakbola, dia tahu sejarah, dan dia tahu segalanya tentang klub dan dia adalah seseorang yang kami cintai," tambahnya.
Baca Juga : Marcus Rashford Kembali Bawa Manchester United Raih Poin Penuh di Kandang

Kevin-Prince Boateng.

Liputan Warga - Barcelona kembali membuat kejutan di jendela transfer musim dingin ini dengan resmi mendatangkan gelandang serang Kevin-Prince Boateng dari klub asal Italia, Sassuolo. Barcelona mendatangkan pemain asal Ghana itu dengan status pinjaman hingga akhir musim ini.

Barcelona juga memiliki opsi pembelian secara permanen di akhir musim dengan banderol biaya sekitar 8 juta euro. Prince Boateng akan secara resmi diperkenalkan Barca ke publik pada Selasa 22 Januari 2019 siang dalam waktu setempat. Acara ini diawali dengan penandatanganan kontrak dan berlanjut ke sesi foto dan konfrensi pers di Camp Nou.

Prince Boateng didatangkan sebagai tambahan tenaga baru dalam skuat Blaugrana di sektor lini depan Barcelona. Seperti yang kita tahu, dimana Ousmane Dembele harus kembali menepi untuk beberapa pekan akibat mengalami cedera hamstring.

Pemain berusia 21 tahun itu sempat bermain dalam laga saat timnya berhadapan dengan Leganes di ajang La Liga pada hari Senin, 21 Januari 2019. Bahkan ia turut catatkan namanya di papan skor. Namun sayang, akibat cedera yang dialami membuatnya harus diganti oleh Malcom pada menit ke-69.

Menurut hasil tim medis, Dembele akan absen selama tiga pekan kedepan lamanya. Namun masalah di sektor penyerangan Barcelona bukan hanya sampai disitu, sebab Blaugrana juga diyakini bakal kehilangan satu pemain pilarnya lagi, yaitu Malcom.

Pemain yang dibeli dari Bordeaux dengan drama menikung AS Roma itu dikabarkan akan segera angkat kaki dari Camp Nou. Lantaran ia lebih sering duduk di bangku cadangan. Malcom kesulitan untuk menembus di tim utama, karena kalah bersaing dengan Dembele.

Ingin Membobol Gawang Real Madrid


Kevin-Prince Boateng.
Mantan pemain AC Milan ini mengaku merasa sedih bahwa dirinya akan mengakhiri masa kebersamaannya dengan klub Sassuolo di Italia yang belum berjalan lama ini. Namun, rasa keinginan untuk bisa menbobol gawang Real Madrid membuat rasa sedihnya menjadi hilang.

"Saya sangat sedih harus meninggalkan Sassuolo, namun ini kesempatan yang besar untuk bergabung dengan Barcelona. Jangan tanya soal Real Madrid.. Itu hanya masa lalu. Saya hanya fokus bersama klub baru saya, Barcelona. Saya juga berharap bahwa saya bisa mencetak gol ke gawang Madrid dan tentunya bermain di Bernabeu dalam laga El Clasico," ungkap Boateng.

Pada musim ini bersama Sassuolo, Boateng hanya bermain 13 laga dari 20 pertandingan yang telah dijalani diajang Serie A. Boateng juga telah mengoleksi empat gol dan satu assist musim ini bersama Sassuolo

Baca Juga : Suara - suara ini dipercaya menandakan kehadiran hantu didekat kita

Benjamin Pavard.

Liputan Warga - Rencana kedua klub raksasa asal Spanyol, Barcelona dan Real Madrid untuk menggaet Benjamin Pavard dipastikan pupus sudah. Usai bek Timnas Prancis itu lebih memilih untuk bergabung dengan klub raksasa Bundesliga, Bayern Munchen. Sudah sejak dari musim panas kemarin, kedua klub itu tertarik untuk mendatangkan bintang Timnas Prancis itu. Setelah ia berhasil membantu negaranya untuk merengkuh gelar Piala Dunia yang kedua bagi Timnas Prancis. Sekaligus menjadi pemain inti dan berkat penampilannya.

Diketahui bahwa El Real dan Barca gagal mendapatkan tanda tangan Pavard di musim panas kemarin. Jadi beredar kabar bahwa kedua klub raksasa Spanyol itu kembali mencoba untuk mendekati sang pemain pada musim dingin ini.

Sering dikabarkan Pavard dekat dengan klub asal Spanyol itu, namun kedua klub itu harus rela pemain yang dipinang selama ini telah resmi bergabung dengan The Bavarian. Setelah sang pemain resmi dikonfirmasi akan bergabung dengan Bayern Munchen.

Kabar berhasilnya transfer Pavard ke Bayern Munchen langsung dikonfirmasi oleh Direktur Olahraga Bayern Munchen. Hasan Salihamidzic. Ia sendiri juga menyebutkan bahwa Pavard sudah resmi menjadi milik Munchen dan akan bergabung dengan klub pada musim panas nanti, tepatnya pada 1 Juli 2019.

Direktur Olahraga The Bavaria sendiri mengaku sangat puas usai pihaknya mampu mendatangkan Pavard yang merupakan aset berharga untuk di masa depan. Salihamidzic menilai pemain baru mereka itu mempunyai potensi yang besar bagi klub di masa depan.

"Benjamin Pavard adalah seorang pemain muda yang mempunyai kualitas mumpuni, sekaligus merupakan seorang juara Piala Dunia. Tentunya kami sebagai pihak klub bangga mendapatkan pemain sepertinya, terlebih usia nya yang masih muda," imbuhnya.


Baca Juga : - Ini 4 kasus misterius yang belum dipecahkan sampai saat ini
                        - Tak Masalahkan Posisi, Darmian Siap Jadi Bek Tengah MU
                        - Ahok Berencana Menjadi Pembicara di Negara Maju Saat Keluar dari Penjara

Bek Manchester United, Matteo Darmian.


Liputan Warga - Bek serba guna Manchester United, Matteo Darmian mengaku tidak masalah jika ia bermain di posisi bek tengah. Darmian berharap bisa membantu tim Setan Merah walau dengan cara ia ditempatkan di posisi manapun oleh sang pelatih.

Matteo Darmian tampil menjadi starter dan ditempatkan di posisi bek tengah SAAT Manchester United menang dengan skor 2-0 atas Reading pada ajang laga Piala FA di Stadion Old Trafford, pada Sabtu 5 Januari 2019. Seperti yang kita tahu, bahwa posisi asli Darmian adalah bek sayap kiri dan kanan.

Matteo Darmian tampil sebagai bek tengah saat menghadapi Reading dikarenakan krisis cedera yang dialami skuat Setan Merah yang mengakibatkan tidak adanya sisa pemain yang berposisi sebagai bek tengah. Di laga itu Darmian berduet dengan Phil Jones.

"Posisi asli saya adalah bek sayap kanan, namun saya sering ditempatkan di posisi bek sayap kiri dan itu tidak masalah dan saya menikmati permainan ini. Begitu juga, saya bisa bermain di posisi bek tengah. Saya berpikir posisi saya tidak penting dan tidak dijadikan masalah. Saya berusaha mencoba melakukan yang terbaik agar tim bisa meraih kemenangan, itu saja," ungkap Darmian.

"Terkadang saya bermain di posisi bek tengah dengan menggunakan formasi tiga bek di belakang. Saya juga sendiri mengakui bahwa tmemilik tipe bermain bertahan ketimbang menyerang. Tentunya bagaimanapun saya bisa membantu tim untuk meraih kemenangan," tambahnya.

Matteo Darmian bergabung dengan Manchester United sejak 2015 lalu. Namun, Darmian sampai saat ini kesulitan untuk menembus tim utama MU. Total ia hanya tampil sebanyak 90 pertandingan di seluruh ajang. Tentu baginya merupakan suatu hal yang mengecewakan, bergabung dengan klub raksasa Inggris dan hanya duduk di bangku cadangan.

Neymar da Silva Santos Júnior.

Liputan Warga - Gelandang muda milik Barcelona, Arthur Melo sangat berharap Neymar bisa kembali bermain lagi di Camp Nou. Bukan hanya berharap, untuk mewujudkan impiannya itu bisa terjadi, Arhur Melo bahkan juga sempat membujuk rekan senegaranya itu agar mau kembali ke Barcelona.

Neymar sendiri meninggalkan Barcelona pada musim panas 2017 lalu. Kepindahannya ke Paris Saint-Germain dengan banderol senilai 200 juta pounds memecahkan rekor transfer dunia pada saat itu. Setelah Neymar resmi berseragam PSG, ia tak butuh waktu lama untuk menunjukkan tajinya dan skill nya dalam mengolah si kulit bundar.

Di musim pertamanya berseragam PSG, kapten Timnas Brazil itu langsung membantu PSG meraih treble winner. Kendati kariernya bisa terbilang cemerlang di Prancis. Akan tetapi, Neymar sering diberitakan akan hengkang dari PSG. Saat Cristiano Ronaldo memilih untuk bergabung dengan klub raksasa Italia, Juventus.

Real Madrid langsung bergerak cepat untuk mencari pengganti yang sepadan dengan CR7. Itulah Real Madrid dikabarkan tertarik mendatangkan mantan pemain sang rivalnya untuk menggantikan sosok Ronaldo.

Namun Real Madrid harus bersaing dengan Barcelona yang selaku mantan klub yang dibela Neymar. Barcelona dikabarkan tertarik ingin kembali membawa Neymar ke Camp Nou.

Luis Suarez, Neymar JR, Lionel Messi (Trio MSN)

Langkah Barcelona untuk mencoba merekrut mantam pemainnya itu sepertinya mendapat dukungan dari Arthur Melo. Pemain yang juga berasal dari Brazil itu juga ternyata berharap rekan senegaranya itu bisa kembali ke Barcelona

"Tentunya saya pribadi berdoa agar ia (Neymar) datang dan bergabung bersama kita kembali, karena ia adalah seorang superstar di lapangan hijau. Soal itu tidak bisa dibantah lagi, saya pikir semakin banyak pemain hebat yang dimiliki sebuah klub, makan akan semakin baik," ucap Arthur Melo.

Untuk mewujdukan hal itu, Arthur bukan hanya berharap. Namun pemain berusia 22 tahun juga sempat melakukan banyak usaha untuk membawa Neymar kembali ke Spanyol bermain bersama Barcelona.

"Secara prbadi, saya juga sedang dalam melakukan upaya pembicaraan dengannya dan meyakinkan agar ia mau kembali Tetapi ia memiliki kehidupannya, ia juga tahu apa yang harus ia lakukan dan saya juga tidak tahu seberapa dalam negosiasi itu. Apakah ada pilihan baginya untuk kembali datang atau tidak. Tetapi secara pribadi dan professional, ia adalah teman yang sangat saya kagumi dan akan dengan senang hati jika ia mau kembali kesini dan bermain dengan saya," jelas Arthur Melo.

Striker Persija, Marko Simic merayakan gol nya yang dicetak ke gawang Mitra Kukar pada laga terakhir penentuan Juara Liga 1 di SUGBK, Jakarta.

Liputan Warga - Klub Ibukota, Persija Jakarta akhirnya berhasil meraih gelar juara Liga 1 2018 ini setelah melewati penantian yang panjang. Usai tim Macan Kemayoran berhasil mengalahkan tamunya Mitra Kukar dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu 9 Desember 2018, di laga terakhir Liga 1 2018.

Berkat kedua gol yang dicetak Marco Simic lah Persija berhasil angkat gelar juara, sedangkan gol dari sang tamu dicetak oleh Aldino Herdianto. Kemenangan yang diraih Persija ini membuat mereka menempati posisi puncak klasemen Liga 1 dengan perolehan 62 poin. Persija hanya unggul 1 poin dari sang peringkat 2 yaitu PSM Makassar yang di laga bersamaan juga berhasil mencukur habis PSMS Medan dengan skor 5-1.

Jika saja Persija meraih hasil imbang, maka mereka harus rela gelar juara Liga 1 akan diambil oleh PSM Makassar. Beruntung Persija memiliki seorang Striker seperti Marko Simic yang memang sudah terbukti kemampuannya selama ini. Para fans Macan Kemayoran dan pihak klub Persija harus berterima kasih banyak kepada Marko Simic, dan tentunya harus memperpanjang kontraknya agar di musim depan bisa kembali bersaing dengan tim-tim lainnya.

Babak Pertama

Sejak awal pertandingan Persija sudah langsung mengambil inisiatif serangan, tekanan demi tekanan diberikan anak asuh Coach Teco. Marko Simic dan kawan-kawan hanya bisa membuat para pemain Mitra Kukar untuk bertaha, dengan hanya mengandalkan serangan balik membuat Persija beberapa kali hampir kebobolan.

Terbukti, serangan yang terus digencarkan Persija nyaris membuahkan hasil pada menit ke-7 dari Ismed Sofyan, namun tendangan kerasnya masih jauh dari sasaran. Tidak mau terus diserang, kini gantian Mitra Kukar coba berani mengambil serangan, umpan dari Hendra Bayauw dari sisi kanan ke deoang gawang gagal di teruskan Rodriguez.

Waktu yang dinanti-nanti oleh para fans Macan Kemayoran yang memadati Stadion GBK akhirnya bergemuru pada menit ke-17, setelah Marko Simic berhasil mencetak gol melalui tendangan penalti. Simic yang berusaha menjangkau bola diganjal oleh pemain bertahan Mitra Kukar. Wasit langsung menunjuk titik putih, Marko Simic yang ditunjuk sebagai eksekusor tidak menyia-nyiakan dan berhasil membuat skor berubah menjadi 1-0.

Dengan posisi tertinggal, Mitra Kukar mencoba melepaskan diri dari tekanan Persija. Namun, sejauh ini mereka hanya mengandalkan serangan balik dan itupun masih tetap tidak mampu menayamakan kedudukan.Memasuki akhir babak pertama, Persija tetap menguasai jalannya pertandingan. Namun hingga akhir laga tidak ada gol yang tercipta lagi.

Babak Kedua

Marko Simic.
Di awal babak kedua dengan posisi ketertinggalan, Mitra Kukar mencoba menekan sejak awal laga, Rodriguez yang lolos dari kawalan bek Persija dijegal di dalam kotak penalti, namun wasit tidak menunjuk titik putih. Alih-alih menyamakan kedudukan dan menggempur pertahanan Persija, malah pertahanan Mitra Kukar yang kembali dijebol.

Lagi-lagi Marko Simic mencetak gol keduanya melalui sundulannya di menit ke-70. Gol ini berawal dari sepak pojok yang kemudian berbuah kemelut di kotak penalti Naga Mekes. Gol ini juga sempat diprotes oleh para pemain Mitra Kukar. Sebab mereka merasa bahwa sang kiper Yoo Jaehun sempat dilanggar dan dihadang oleh Ramdani Lestahulu.

Pada menit ke-69 Mitra Kukar sebenarnya berpeluang untuk memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti, namun Fernando Rodriguez yang menjadi eksekusor masih gagal setelah bola tendangannya bisa digagalkan oleh Andritany Ardhiyas.

Mitra Kukar yang jika kalah akan dipastikan terkena degradasi pantang semangat dan mencoba berkali-kali membongkar pertahanan Persija. Pada menit ke-87 akhirnya Mitra Kukar mampu memperkecil ketertinggalan, setelah tendangan Aldino Hardianto tidak mampu ditepis Andritany, skor sementara pun berubah menjadi 2-1.

Mitra Kukar tetap berusaha mengejar ketinggalan di sisa waktu yang ada. Beberapa kali serangan coba dilancarkan oleh anak asuh Coach Rahmad Darmawan. Namun, hingga pertandingan usai tidak ada gol tambahan yang tercipta dan wasit meniupkan tanda berakhirnya pertandingan. Tuan rumah Persiha pun sukses menjadi juara Liga 1 musim ini, sedangkan Mitra Kukar berada di peringkat ke 16 dan harus rela menerima nasib terdegradasi dan musim depan akan berjuang bermain di Liga 2 untuk kembali ke kasta tertinggi Liga 1..

Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya.





























Liputan Warga - Duo senior Indonesia, Mohamad Ahsan / Hendra Setiawan gagal menciptakan all Indonesian Final pada ajang final Fuzhou China Open 2018. Setelah mereka kalah dua set secara langsung 14-21, 15-21 di babak semifinal dari andalan tuan rumah He Jiting / Tan Qiang di Haixia Olympics Sports Center, Sabtu 10 November 2018. Dengan kekalahan yang diterima Daddies ini, Indonesia hanya mewakilkan satu wakil dari sektor ganda putra, Kevin Sanjaya / Marcus Fernaldi Gideon yang bakal memperebutkan gelar juara ketika menghadapi pasangan He Jiting / Tan Qiang.

Sebenarnya Ahsan / Hendra berkesempatan untuk mengikuti jejak kompatriotnya dengan memimpin 8-4 pada gim pertama. Namun, perolehan angka mereka terhenti setelah dikejar dan disamakan. Duo Daddies lalu tertinggal dan tidak bisa mengejar,. Di gim kedua pertandingan lebih sengit dan seru, Ahsan / Hendra bersaing hingga 8-9. Tapi mereka kemudian kembali tercecer, meski mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 14-16, namun pada akhirnya tidak mampu menghentikan laju angka yang didapat andalan China itu.

Dua andalan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon yang sebelumnya melaju ke babak final setelah mengalahkan unggulan China lainnya Liu Zheng / Zhang Nan dengan bermain selama 3 set 17-21 21-18 21-14, dengan di set pertama sempat dimenangkan Liu / Zhang, yang kemudian di set kedua dan ketiga di menangkan pasangan Indonesia ini. Ganda unggulan Indonesia ini akan berhadapan dengan andalan China lainnya yang sebelumnya mengalahkan pasangan Indonesia lainnya yaitu Ahsan / Hendra. Ganda andalan Indonesia ini unggul 2-1 dalam 3 kali pertemuan, termasuk pada duel sengit di Denmark Open.

Neymar

Bintang PSG Neymar dikabarkan ngebet ingin balik ke Barcelona karena beberapa faktor, salah satunya adalah moncernya performa Kylian Mbappe, bintang muda baru PSG. Pemain asal Brasil itu pindah ke PSG pada musim panas 2017 lalu. Ia disebut memilih hengkang dari Barca karena ingin lepas dari bayang-bayang Lionel Messi.

Ia sangat ingin menjadi bintang utama di PSG. Dengan demikian ia berpeluang untuk bisa jadi pemain terbaik di dunia dan memenangkan trofi Ballon d'Or. Neymar sendiri langsung membuktikan kelasnya begitu bermain di PSG. Ia sudah bermain sebanyak 35 kali bagi klub asal Paris itu dan mencetak 32 gol plus 17 assist.

Alasan Neymar Tak Betah di PSG

Sejak ia tiba di PSG, banyak pemberitaan yang menyebut ia tak memiliki hubungan yang harmonis dengan rekan-rekannya. Ia pun jadi kurang nyaman bermain di tim asuhan Thomas Tuchel itu. Terlebih terkait pertikaian soal mengambil tendangan penalti antara Neymar dan Cavani, keduanya sempat cek-cok untuk ingin mengambil peran. Akan tetapi setelah pertandingan, akhirnya Unai Emery yang kala itu melatih PSG, menunjuk Neymar sebagai eksekusor penalti.

Bahkan belakangan ini kabar bahwa ia tak betah main di PSG berhembus makin kencang. Ada beberapa hal yang membuat pemain berusia 26 tahun itu kurang betah di Paris. Ia disebut tak bahagia dengan makin moncernya Mbappe, ia merasa media kini tak lagi sepenuhnya menyoroti dirinya.

Selain itu, ia juga merasa bek-bek lawan di Ligue 1 menjadikannya sasaran untuk dikasari. Dengan skillnya yang suka menggocek-gocek lawan mungkin buat para bek di Ligue 1 kesal, sehingga ia merasa sudah tidak nyaman bermain di Parc de Pric.

Anthony Martial

Manchester United menawarkan kontrak baru berdurasi empat tahun kepada Martial dan berharap Martial atau pemain internasional Prancis ini akan menerimanya terlepas dari hubungan kurang harmonis dengan Mourinho.

Anthony Martial diyakini akan bersedia menandatangani kontrak baru ini karena situasi terkini yang dialami Mourinho menyusul Manchester United mendapatkan hasil yang buruk di awal musim ini. Dua kekalahan beruntun dari Brighton & Hove Albion dan Tottenham yang menggilas United 3-0 di Old Trafford.

Dengan hasil itu sekarang posisi Mourinho tidak aman, bahkan petinggi United kabarnya akan segera memecat pria Portugal itu jika The Red Devils kembali meraih kekalahan ketika menghadapi Burnley pekan ini.

Dengan jarang dimainkan-nya Martial di musim kemarin membuat Martial harus berpikir dua kali jika ingin menandatangani kontrak ataupun bertahan di United. Martial telah sangat geram dengan keputusan yang dibuat Mourinho selama musim lalu yang jarang memainkannya, dan mendengar kabar bahwa Mourinho akan segera dipecat membuat Martial kemungkinan besar akan segera menandatangani kontrak baru bersama Manchester United.





















Jonatan Christie buka baju di Final Asian Games 2018.


Atlet bulutangkis, Jonatan Christie mencuri perhatian publik ketika berlaga di ajang Asian Games 2018 kemarin (22/8/2018). 

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie pun membeberkan firasat kemenangan setelah mengalahkan pebulutangkis asal Taiwan yaitu Chou Tien Chen di laga Final Asian Games 2018.

Jonatan alias Jojo menilai tangan pebulutangkis asal China tersebut sudah terasa dingin sekali. Ia menganggap hal itu sebagai penanda bila Chou Tien Chen gugup saat jelang duel di laga final Badminton tunggal putra Asian Games 2018.

"Pertama jalannya pertandingan saya tahu tidak akan mudah, tapi ketika saya lihat dari awal, ketika jabat tangan di koin tos, itu tangannya sedikit dingin. Saya tahu dia tegang sejak awal pertandingan. Apalagi main dirumah kita sendiri kan di Istora Senayan dengan puluhan ribu penonton. Apalagi ketika di leading tiga angka juga, saya lihat wajahnya tidak tenang. Mungkin sudah capek ketika lawan Anthony Ginting di Semifinal kemarin. Saya liihat dia cuma ikut main saja, tidak ngotot dan greget," ucap Jojo.

Jojo menekuk Chou Tien Chen dengan skor 21-18, 20-22, dan 21-15. Atas Hasil ini, Jojo berhasil mengulang prestasi medali emas di nomor tunggal putra ayng sebelumnya pernah didapatkan Taufik Hidayat pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

Dia sangat bersyukur kepada Tuhan. Medali emas tersebut ia persembahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan orang-orang yang telah membantunya selama persiapan hingga saat ini.

"Pastinya saya persembahkan untuk Tuhan, karena dia yang kasih talenta ke saya, kedua untuk penonton, masyarakat Indonesia yang hadiri di sini dan yang nonton di rumah. Buat keluarga juga, khususnya buat nenek yang selalu support saya, dan tentunya untuk tim support, pelatih yang selalu mendukung saya selama persiapan. Mereka sangat luar biasa,"ucapnya.

Setelah ajang ini, Jojo akan kembali mempersiapkan diri untuk beberapa kejuaraan di depan, antara lain China Open, Jepang dan Korea. "Target selanjutnya, Jepang Open, China Open, dan Korea. Saya harus banyak recovery karena lusa sudah mulai latihan,"katanya

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.